Posts

Secangkir Peradaban di Kopi Pancong

Image
Doc. Morenk ADA banyak frasa berkenaan dengan kopi. Salah satu yang paling mendunia dan kerap terpajang dalam bentuk poster di kedai kopi atau cafe-cafe adalah,  “Life begin after coffee.”  Tapi sederet kalimat yang tertera pada sebuah banner dekat meja kasir kedai kopi itu terbaca lain dari biasanya. “Semua boleh kau rampas. Tapi tidak secangkir peradaban dalam genggaman ini!” Di dinding sebelahnya terpampang pula sebuah  backdrop  merah menyala dengan kalimat, “HANYA SATOE KATA, TOEBROEK!” Dua kalimat itu terpajang dalam bentuk  banner  dan  backdrop  di sebuah kedai kopi yang berlokasi sudut lantai dasar Tower Gaharu, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Kopi Pancong nama kedai kopi itu. Terletak persis di sebuah pojok menyatu dengan dinding tower apartement. Dengan ruang terbuka yang atapnya berupa kanopi bergaya minimalis, kedai kopi ini menghadap taman kecil. Meja dan kursi bagi pelanggan ditata dalam formasi empat deret berha...

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Image
Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang. Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya. Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh. Si sopir yang ...

Home Stay Murah di Yogyakarta

Image
Sudah terkenal sebagai salah satu pusat destinasi wisata Indonesia, mencari penginapan di Yogyakarta adalah perkara gampang. Tinggal rogoh kocek kau boleh pilah pilih tempat bermalam, mandi, ganti baju dan gosok gigi sesuai selera. Mau yang selera bagaimana pun, semua tersedia di hampir setiap sudut kota. Hotel, losmen, dan  home stay  bertebaran di mana saja. Bagi yang kocek pas-pasan, barangkali penginapan bertarif Rp75 - 150 ribu per malam adalah pilihan yang memungkinkan. Dan Home Stay Yogyakarta adalah salah satu pilihan. Terletak persis di pinggir jalan Parangtritis, No. 106,  home stay  ini merupakan penginapan sederhana yang cocok untuk para  backpackeran  atau para pendatang yang ingin sedikit berhemat dalam perjalanan. Per malam, satu kamar dibanderol Rp125 ribu. Ini kamar sederhana tanpa fasilitas  air conditioning  (AC) kecuali hanya dilengkapi dengan seperangkat kipas angin yang menempel di loteng kamar. Kipas angin yang ketik...

Jakarta-Bandung Dengan Cititrans

Image
Ada banyak cara menuju Bandung, sebagaimana banyak jalan pula menuju ke sana. Dari Jakarta, kau bisa menggunakan pelbagai fasilitas angkut seperti bus, mobil travel, kereta api, dan juga pesawat terbang. Kesemuanya menjanjikan jasa angkutan yang memungkinkan kau menjauhi niat ekstrim untuk bepergian Jakarta-Bandung dengan bersepeda seorang diri atau jalan kaki bersama istri. Dengan beragam jenis angkutan publik itu, kau tinggal pilih. Jika dalam keadaan terburu-buru, barangkali pesawat terbang adalah pilihan. Tapi kereta api dan bus boleh jadi alternatif termurah yang memungkinkan kau seperti masuk dalam sebuah perjalanan yang serba tergesa-gesa. Jauh dari kesan santai. Antri di terminal atau peron, berdesak-desakan dengan penumpang lain di kabin bus atau gerbong adalah keadaan yang telah dijanjikan sejak lahirnya jasa angkutan di dunia ini, dan kau mau tidak mau mesti menghadapinya dengan berlapang hati. Barangkali keadaan santai, nyaman dan ekslusif adalah celah yang deng...

DN Ibnoe Hadjare

Image
Droeneuh Nyan Ibnoe Hadjare. Frasa ' Droeneuh Nyan (DN) '  adalah penggambaran dari sebuah lakap penghormatan sekaligus ketakziman mendalam. Frasa ini setingkat dua tingkat melebihi frasa sanjungan (kau boleh menyamadengankan kata ini dengan kata jilatan) semisal Paduka Yang Mulia (PYM), yang kepopulerannya sezaman dengan peletakan batu pertama bangunan megah tepi jalan Sukarno-Hatta yang belum selesai-selesai sebab kemacetan anggaran di Lampeuneurut sana. Dan adalah meusoe-soe sinyak  yang layak menyandang lakap DN ini. Tidak Muhaddzier Maop, tidak juga Muhajir Pemulung. Apalagi sosok berinisial M lain yang lebih dulu ketiban gelar PYM itu. Sungguh tidak pantas sama sekali.

Seorang Tua yang Muda Kembali di Wapres Bulungan Jakarta

Image
Ada tiga lagu yang dinyanyikannya malam itu. Tiga lagu yang cukup mengukuhkan Mick Jagger–pesohor musik renta yang dengan Keith Richards, Ronnie Wood, Charlie Watts telah melambungkan nama The Rolling Stones jadi band yang patut dikenang sepanjang masa–sebagai pecundang. Sekalipun hanya akan berlaku untuk malam itu saja. Ia telah renta. Saat dipanggil ke panggung oleh host yang sebelumnya membawakan tiga lagu bergenre rock ‘n roll, dangdut dan reggae, nampak betul jalannya telah ringkih. Tapi celetukan host, “Ini Pak, menyanyilah sampai pingsan,” membuat suasana jadi riuh oleh tepuk tangan dan cekikikan para pengunjung. Dan dengan sumringah ia mengambil pengeras suara yang disodorkan kepadanya. Warung Apresiasi, berlokasi di Jalan Bulungan, Blok M bilangan Jakarta Selatan. Satu komplek dengan gedung olahraga Bulungan atau persis di sebelah belakang Plaza Blok M. Tempat ini lebih terkenal dengan singkatan Wapres Bulungan. Bagi yang pernah tinggal dan kuliah di Darussa...

Wisata Greenland Jantho Aceh Besar

Image
Zaman   gadget   yang semakin membuat dunia semakin mengecil sekepalan tangan, mengabarkan Aceh kepada dunia hingga ke pelbagai sudut terpencil sekalipun, sudah segampang   ngupil.   Itu sebabnya, barangkali   Aceh Blogger Gathering   2015   yang diselenggarakan Aceh Blogger Community dengan sokongan Dinas Kebudayaan & Pariwisata (Disbudpar) Aceh, mengusung tema; "Ayo, Menulis Aceh di Internet." Ini acara diselenggarakan di salah satu destinasi   wisata Aceh  di Greenland Jantho selama dua hari, 5-6 Desember 2015.  Sebagaimana namanya Wisata Greenland Aceh Besar, terletak sekitar 20 menit dari Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar, adalah salah satu destinasi yang sangat cocok bagi wisatawan yang tertarik pada view pegunungan. Terletak di kaki pegunungan Bukit Barisan, dengan view puncak Seulawah di sebelah selatannya tempat ini menjanjikan suatu pengalaman menyatu dengan alam bagi wisatawan setiba berkunjung di sini. Ditamb...