Putri Yang Berulang Tahun

Tapi bicara tentang Putri, tak ada ingatan lain yang sekarang menyarang di kepala kecuali kenangan akan seisi keluarga. Ingatan tentang Pak Chik, Ma Chik, Ma Yeuk, Ayah, dan Cek Na. Lima orang yang telah membesarkan kami dengan kasih sayangnya, yang kini sama sekali tak bisa kami jumpai lagi di rumah atau di seisi dunia. Lima orang hebat yang telah membentuk watak kami tak kecuali Putri, adikku yang bungsu, yang kemarin berulang tahun itu. Lima tokoh penting yang sebelum bertemu ajal telah mengukuhkan banyak pelajaran tentang bagaimana hidup baik-baik di dunia.
Pak Chik itu bapaknya Emak. Ma Chik istrinya Pak Chik. Ma Yeuk adalah ibu Ayah, sementara Cek Na adiknya Emak. Kuingat adalah Pak Chik yang pertama sekali memanggil adik bungsuku dengan nama Putri. Tapi Mak Chik dengan cerita-cerita dan gaya bicaranya yang kadang-kadang lucu, kadang-kadang bikin jengkel adalah penguat segala kenangan hangat tentang keluarga besar yang hidup tanpa cek-cok tanpa ada konflik yang menyolok. Ma Yeuk lain lagi. Wajahnya yang cantik itu telah diwakilkan pada bentuk wajah adikku. Hingga sampai tahun 18 Putri hidup di dunia, hidung mancung di wajahnya adalah representasi hidung Ma Yeuk yang ketika hidupnya tak pernah berhenti mewasiatkan pada kami dengan kalimat bek ka meukaru-karu sabee keu droe-droe, nyan hana get keu tanyoe, hana get chit ji kalon le gob (jangan cek-cok sesama, itu tidak baik baik kita, tidak baik juga dilihat orang).
Barangkali, tak satu pun di antara kami sekeluarga yang luput dari budi baiknya Cek Na. Yang setia menceboki atau memandikan kami pada masa kami masih kecil mungil. Putri lebih-lebih lagi. Rasanya Putri adalah adik yang paling disayangi Cek Na semasa hidupnya. Cek Na yang setia menghabiskan malam-malamnya ketika Putri kecil menangis minta ditemani tidur olehnya.
Putri sudah besar sekarang. Sudah tak lagi bisa disebut ingusan, walau hidungnya yang mancung kerap beringus ketika cuaca tak menentu. Tapi itu sama juga seperti aku, sama seperti abangku, tak terkecuali sama dengan kondisi ayah dulu. Mungkin, hidung mancung yang diwarisi keluarga menyimpan misteri penyakit turunan yang tak bisa beradaptasi dengan debu, dengan hujan, dengan panas, atau dengan cuaca yang tak jelas. Namun masalah hidung bukanlah perkara pelik yang mesti dibicarakan. Sebab ada perkara membuncah ketika aku menulis catatan ini, yaitu kenangan yang datang tumpang tindih dengan gumamannya yang lirih.
Putri itu manja. Posisi bungsu dalam keluarga telah menempatkannya sebagai akhir tempat mengungkap segala kasih, sayang, cinta, emosi, dan ego seisi keluarga. Dan ia tumbuh besar hingga sekarang ditingkahi banyak canda, marah, lega, suka dan perasaan lain milik Emak, Abang, Kakak, Aku, dan Adik lelakiku satu lagi, abangnya Putri. Tapi Putri telah menoreh banyak cerita. Gaya bicaranya yang masih kekanak-kanakan telah memungkinkan ia adalah representasi kemanjaan dalam keluarga. Tapi Putri telah menoreh banyak cerita. Punya hobby membaca yang sering membuatnya lupa cuci piring, menyapu, atau menyetrika, ia telah tumbuh jadi gadis pintar yang punya kharisma di antara teman-temannya. Aku menyaksikan itu, dan aku yakin bagaimana ia punya peran penting dalam kelompok pertemanannya.
Untuk itu, tak ada hal penting lain yang perlu diucapkan selagi Putri berulang tahun selain mengajaknya mengenang orang-orang penting yang ada di rumah. Mengajaknya mengingat tentang kondisi hangat dalam keluarga yang sudah tak utuh itu dalam setiap aktivitasnya kini. Pun ketika Putri belajar, ketika Putri berusaha menjadi orang besar, aku ingin ingatannya tak luput pada orang-orang penting seperti Pak Chik, Ma Chik, Ma Yeuk, Ayah, dan Cek Na yang sudah meninggal dunia. Juga mengingat bagaimana senyum Emak atau canda dua Kakak, atau ejek manis abang-abangnya yang kerap berakhir pada dirinya sebagai penyemangat yang tak pernah habis-habisnya.
Terakhir, Putri bagi kami sekeluarga adalah sesempurna puisi yang tak sempat ditulis Ayah.
Selamat Bertemu Hari lahir, untuk si Putri Bungsu. Semoga senantiasa dalam lindungan Yang Maha Kuasa.
ReplyDeleteAku baru tahu tulisanmu, ternyata bisa semanis, sentimentil seperti ini juga, yah :)
Selamat bertemu hari lahir Si Putri Bungsu. Semoga segala ada tercapai, sayang dan rahmat Allah senantiasa menaungi.
ReplyDeleteAku baru tahu, tulisanmu bisa jadi 'manis', sentimentil dan smooth juga seperti ini. Maybe, u have this side... and this part of u :D
😌😍
ReplyDelete😌😍
ReplyDelete